MEDIAKOE, Jakarta –Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta, menjadi saksi Chery memperkenalkan Chery Q yang di China masih pakai nama asli Chery QQ3 EV. Ini city car listrik 5 pintu yang baru debut ASEAN di Bangkok Motor Show 2026. Di Indonesia, kompetitornya sudah siap menyambutnya. Antara lain : Geely EX2, BYD Atto 1, Wuling Binguo, GWM Ora dan AION UT.
BYD Atto 1 disebut sebagai kompetitor langsung Chery Q di Thailand. Sementara di Australia Chery Q juga diposisikan buat nantang BYD Atto 1. Kalau di atasnya sedikit ada BYD Dolphin, Wuling Binguo, MG4 Urban, GWM Ora, dan GAC Aion UT.
Kalau naik ke varian baterai besar 41.28 kWh, Chery Q harganya masuk range MG4, GWM Ora, dan GAC Aion UT. Tapi tenaga Chery Q 90kW masih di bawah mereka yang rata-rata 125kW. Disebut juga sebagai pemain di segmen budget EV yang disasar Chery Q.
Kenapa Chery Q beda dari kompetitor:
Ukuran lebih besar: Panjang 4195mm, wheelbase 2700mm. Dimensinya ini sudah di level VW Golf, bukan city car kecil. Kebanyakan city car EV pakai FWD, Chery Q pakai RWD 90kW/115Nm. Katanya handling lebih balance. Charge cepat: 30-80% cuma 16.5 menit pakai DC 85kW. Jarak tempuhnya : 310 km CLTC untuk baterai 29.48 kWh, 420 km CLTC untuk baterai 41.28 kWh. Real world WLTP sekitar 250-340 km.
Chery Q bakal head-to-head dengan BYD Atto 1, Wuling Binguo di segmen city car listrik budget 300-400 km range. Kelebihannya di ukuran kabin dan charging speed, kekurangannya tenaga masih kecil dibanding MG4/GWM Ora.
Tidak usah khawatir. Chery Q juga memiliki sejumlah keunggulan yang membanggakan. Berikut keunggulannya yang berhasil redaksi sarikan untuk Anda :
Kabin paling lega di kelasnya : Chery Q panjang 4.195mm dengan wheelbase 2.700mm. Itu 60mm lebih panjang dan 50mm wheelbase lebih panjang dari Proton eMas 5. Efeknya: Ruang kaki belakang setara VW Golf. Bagasi 375L + frunk 70L di depan. Kompetitor kayak BYD Atto 1 dan Wuling Bingo ukurannya lebih kecil, jadi kabinnya lebih sempit.
Penggerak RWD : Kebanyakan city car EV pakai FWD. Chery Q pakai RWD 90kW/115Nm. Keuntungannya: distribusi bobot lebih balance, handling lebih enak, dan akselerasi lebih stabil pas di jalan licin. Ini poin yang sering dipuji di first drive review.
Charging paling cepat : Support DC 85kW, bisa charge 30-80% cuma 16.5 menit. BYD Atto 1 dan Wuling Binguo biasanya mentok 40-60kW, jadi waktunya lebih lama. Cocok buat kamu yang sering road trip pendek.
Range real deal 400 km+ : Varian baterai 41.28 kWh diklaim 420 km CLTC. WLTP real world sekitar 340 km. Itu lebih jauh dari BYD Atto 1 yang rata-rata 300-350 km WLTP. Buat city car, angka ini udah cukup buat dipakai 1 minggu tanpa charge.
Fitur tech lebih lengkap : Pakai chip Snapdragon, layar besar, dan ADAS lengkap. Di harga kisaran Rp. 200 jutaan, kompetitor biasanya potong fitur ADAS dan pakai chip yang lebih lemot.
Platform EV dedicated : Dibangun di atas platform EV murni, bukan konversi dari mobil bensin. Hasilnya lantai rata, ruang kabin lebih optimal, dan pusat gravitasi lebih rendah dibanding kompetitor yang platformnya masih hybrid. (end)

