MEDIAKOE, Jakarta – BYD Dolphin menjadi kompetiter paling kuat buat BAIC T1 di pasar mobil medium hatchback EV nasional saat ini. Dari berbagai sumber yang dikorek redaksi menyebut mobil BYD itu hadir dan dikenal lebih dahulu. Sehingga brand asal Tiongkok yang kini menduduki peringkat 5 besar dari seluruh anggota GAIKINDO ini jelas lebih kuat, dan jadi patokan harga. Pelan-pelan tentu kubu BAIC Indonesia tidak akan membiarkan hatchback crossover EV barunya berjuang sendiri.
Kompetitor Paling Kuat :
Sebelum hatchback crossover EV kebanggaan BAIC Indonesia diperkenalkan, segmen hatchback EV sudah diacak-acak BYD Dolphin, GWM Ora 03, GAC Aion UT dan Wuling Cloud EV. Dari 4 brand itu, paling kuat Adalah BYD Dolphin. Mengapa? BYD mengawal Dolphin dengan jaringan luas, dan resale value terbukti baik.
Sementara kompetiter dari merek lain jangan dianggap sepele. GWM Ora 03/Ora mempunyai “senjata” yang tidak kalah ampuh. Setidaknya, jagoan GWM ini sudah punya basis penggemar sendiri. Desain retronya unik dan fiturnya yang lengkap menjadi daya magis tersendiri. Begitupun dengan GAC Aion UT dan Wuling Cloud EV. GAC Aion UT Agresif soal harga, baterai LFP dan fast charging 30-80 hanya dalam tempo 24 menit! Sementara Wuling Cloud EV memiliki kabin lega, dan harga kompetitif.
Keunggulan BAIC T1 :
Dimensi & Kabin Paling Lega di Kelas
Panjang 4.337 mm, Wheelbase 2.770 mm. Wheelbase paling panjang di kelasnya. Lebar 1.860 mm. Kabin terasa lega, bagasi bisa muat sepeda/ruang penyimpanan + skyroof panoramik terluas di kelasnya.
Fitur & Teknologi
- Pengisian cepat: 30% – 80% cuma 25 menit! Bahkan ada klaim 17 menit.
- Self Parking Otomatis
- 12 Fitur ADAS Level 2V2L 3.5 kW + V2V Charging.
- Bisa buat nyalain rice cooker, laptop, alat camping.
- Layar 15.6 inci + panel instrumen 8.8 inci.
- “Extreme Clean Cabin” material anti-noda, rendah VOC
- Kekedapan kabin 85%
Baterai & Jarak Tempuh
Baterai LFP 42.3 kWh dari CALB Jarak tempuh 320 – 425 km. Velg menggunakan diameter 18 inci. Velg diameter sebesar ini biasanya hanya ada di EV kelas menengah ke atas.
Positioning Premium Terjangkau
BAIC memboyong Arcfox sebagai sub-brand EV berkelas. Target harga Rp 360 – 420 juta. Jika dapat bermain di bawah Rp 350 juta, maka pasar di segmen ini bakal terjadi perubahan strategy harga yang mengejutkan.
Tantangannya : Brand dan jaringan purnajual BAIC masih baru dibanding BYD, dan Wuling. Nilai jual kembali juga belum teruji. Pasar EV China udah rame banget: BYD, Chery, Wuling, Geely, XPENG (end)

