Kinerja BAIC Indonesia Semester Pertama 2026 Mentereng!

Kinerja BAIC Indonesia Semester Pertama 2026 Mentereng!

MEDIAKOE, Tangerang – Hingga akhir semester pertama 2026 kinerja BAIC Indonesia terlihat mentereng. Sepanjang Semester I 2026, BAIC Indonesia berhasil membukukan penjualan wholesales sebanyak 382 unit, atau meningkat 91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh penerimaan positif masyarakat terhadap jajaran produk BAIC yang dipasarkan di Indonesia. BAIC BJ30 menjadi kontributor terbesar dengan penjualan 214 unit, atau berkontribusi sekitar 56% dari total penjualan BAIC Indonesia selama Semester I 2026. Pencapaian ini menunjukkan semakin kuatnya minat konsumen terhadap SUV hybrid BAIC yang menawarkan kombinasi performa, efisiensi bahan bakar, serta teknologi modern.

Sementara itu, BAIC BJ40 Plus mencatatkan penjualan 119 unit, menyumbang sekitar 32% dari total penjualan. Model SUV 4×4 andalan BAIC ini terus mendapatkan respons positif dari konsumen yang menginginkan kendaraan dengan kemampuan off-road sekaligus kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.

Adapun BAIC X55 II membukukan penjualan sebanyak 49 unit, melengkapi portofolio BAIC di segmen SUV modern dengan desain dinamis dan teknologi berkendara yang kompetitif. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa strategi BAIC Indonesia dalam menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar mulai menunjukkan hasil yang positif. Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat melalui lini Internal Combustion Engine (ICE) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV), BAIC Indonesia optimistis kehadiran mobil listrik terbarunya, BAIC T1 akan semakin memperluas basis pelanggan sekaligus memperkuat pertumbuhan perusahaan di era New Energy Vehicle.

Perlu diketahui, sejak tahun 2021 – 2025, pasar kendaraan New Energy Vehicle Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Segmen Hybrid Electric Vehicle (HEV) tumbuh sebesar 59%,  diikuti Battery Electric Vehicle (BEV) tumbuh 78%, serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebesar 342%. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa adopsi kendaraan New Energy Vehicle di Indonesia semakin matang, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat, dukungan pemerintah, serta berkembangnya infrastruktur kendaraan listrik.

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik murni (BEV) di Indonesia yang mencapai 78% menunjukkan bahwa New Energy Vehicle bukan lagi sekadar tren, melainkan arah masa depan industri otomotif. Kami melihat momentum ini sebagai peluang besar bagi BAIC untuk menghadirkan portofolio New Energy Vehicle yang semakin lengkap,” tegas Dhani Yahya, Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia. “Strategi kami sederhana, yaitu membangun BAIC sebagai brand dengan portofolio kendaraan yang lengkap di Indonesia. Hari ini kami telah menghadirkan kendaraan bermesin konvensional (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan kini Battery Electric Vehicle (BEV) melalui BAIC T1. Ke depan, kami akan terus memperluas jajaran kendaraan New Energy Vehicle, mulai dari SUV, sedan, hingga MPV, termasuk teknologi PHEV dan REEV, sehingga konsumen Indonesia memiliki lebih banyak pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka,” imbuhnya.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, BAIC telah membangun 16 jaringan dealer resmi di berbagai kota. Hingga akhir tahun 2026, perusahaan akan memfokuskan menambah enam dealer baru di wilayah Jabodetabek dan berkomitmen akan membuka total 22 jaringan dealership hingga akhir tahun 2026.

Selain memperluas jaringan, BAIC Indonesia juga terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan, memperkuat ketersediaan suku cadang, meningkatkan kompetensi teknisi, serta menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman bagi seluruh konsumen. (end)