JAKARTA, 25 Februari 2026 – Seiring tren elektrifikasi, kendaraan listrik mulai semakin dipertimbangkan untuk perjalanan mudik antarkota. Namun, tantangan khas musim mudik seperti kendaraan terisi penuh, kemacetan panjang, serta penggunaan pendingin kabin dan fitur hiburan dalam waktu lama membuat sebagian masyarakat masih mempertanyakan apakah daya jelajah EV benar benar cukup untuk menempuh ratusan kilometer secara aman dan nyaman.
Dengan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar NEDC, JAECOO J5 EV dirancang untuk menjawab kebutuhan perjalanan mudik jarak menengah hingga jauh secara lebih praktis dan efisien. Kapasitas ini memungkinkan kendaraan listrik digunakan tidak hanya untuk mobilitas harian di dalam kota, tetapi juga perjalanan antarkota yang menjadi karakter utama mudik di Indonesia.
Secara teori, rute favorit mudik Jakarta-Semarang via tol Trans Jawa sejauh kurang lebih 445 km, bisa ditempuh dalam kondisi sekali pengecasan full. Atau rute yang lebih jauh Jakarta – Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 560 kilometer bisa ditempuh dengan sekali pengecasan di rest area. Selain itu ada juga Surabaya – Banyuwangi sejauh 300 kilometer yang dapat ditempuh dalam kondisi perjalanan tertentu.
Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan pengguna untuk mendukung perjalanan mudik dengan kendaraan listrik agar tetap lancar dan nyaman.
“Dalam perjalanan mudik, kendaraan biasanya akan terisi penuh oleh keluarga dan barang bawaan, belum lagi kemacetan yang tidak terprediksi panjangnya, serta penggunaan AC dan fitur hiburan dalam waktu lama. Kondisi tersebut tentu mempengaruhi penggunaan daya baterai. Untuk mendukung perjalanan yang bebas khawatir, JAECOO J5 EV kami rancang dengan kapasitas baterai dan sistem manajemen energi yang mendukung perjalanan jarak jauh, sehingga tetap relevan untuk rute dalam kota maupun antarkota,” ujar Jim Ma.
Menurutnya, angka jarak tempuh perlu dipahami secara realistis dan disesuaikan dengan pola perjalanan aktual di Indonesia, sehingga perencanaan menjadi kunci dalam perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik.
